Jenis-jenis Pelatihan Karyawan Perusahaan

Pelatihan merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mencapai kesuksesan.  melalui pelatihan perusahaan bisa menciptkanan karyawan yang berdaya saing tinggi. Apalagi peran karyawan yang sangat penting untuk meningkatkan pengembangn produk, pemasanan, penjualan hingga kepuasan pelanggan, maka memberikan pelatihan karyawan perusahaan adalah hal yang penting dilakukan.

Namun memberikan pelatihan dan mendapatkan dampak yang besar bukanlah hal yang mudah. terkadang meskipun sering diadakan pelatihan namun kapasitas dan kemampuan karyawan tidak mengalami peningkatan. Hal ini bisa saja disebabkan karena materi yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau kurang tepat dalam memilih trainer.

Oleh sebab itu menentukan materi dan triner yang tepat adalah faktor penting mengadakan training yang tidak dapat dilupakan. Sebab pelatihan atau training ini merupakan investasi jangka panjang yang dimiliki perusahaan. Ada banyk jenis pelatihan yang biasa dilakukan perusahaan. Berikut jenis pelatihan karyawan perusahaan yang bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Jenis-jenis Pelatihan Karyawan Perusahaan

1. Mentoring

Dari Hasil penelitian  Harvard Business Review mengatakan bahwa mereka yang merupakan manajer kini terbebani. Kondisi ini membuat mereka tidak lagi “mewarisi” pengetahuan, keterampilan, dan wawasan melalui pembinaan serta pendampingan kepada karyawan.

Oleh karenanya demi pengembangan sdm, perusahaan perlu mendukung dan memberi insentif kepada para manajer untuk melakukan tugas ini. Coaching kepada karyawan mungkin dirasa sebagai hal yang menakutkan pada awalnya, terutama jika diharuskan bagi manajer yang tidak memiliki pengalaman. Namun kebanyakan karyawan saat ini justru bisa mendapatkan training kerja dengan memberitahu apa yang harus dilakukan.

2. Pelatihan Lintas Divisi

Dalam sebuah organisasi termasuk perusahaan setiap divisi dengan tugasnya masing-masing yang berbeda akan membentuk sebuah keseimbangan dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Setiap divisi akan saling bekerja sama dan membantu jika perusahaan menghadapi masalah.

Anda bisa mengadakan pelatihan karyawan lintas divisi dengan tujuan mengembangkan pengetahuan dan kemampuan karyawan secara keseluruhan. Misalnya tim CS (Customer Service) mengikuti meeting dan bekerja sama dengan tim pengembangan produk. Masing-masing tim atau divisi bisa memberikan informasi yang dimiliki dan saling mempelajari.

3. Pengembangan Soft Skills

Saat ini sangat disayangkan bahwa soft skill tak terlalu dipedulikan lagi oleh perusahaan. Kemampuan seseorang dalam menyelesaikan sebuah tugas sangat berpengaruh dengan soft skill yang dimiliki. Pengembangan sdm seharusnya tidak hanya dengan mengembangkan hard skill tapi juga mengembangkan soft skill karyawan.

Soft skill yang harus dimiliki seperti kesadaran diri akan posisi dan tanggung jawab, kerja sama dalam tim, kepatuhan pada peraturan hingga sikap profesional pada seluruh level posisi.

Anda bisa undang seorang trainer atau motivator yang baik untuk memberikan pengajaran mengenai pentingnya soft skill dalam dunia kerja. Pemberian pemahaman tersebut diharapkan dapat mencetak karyawan yang tidak hanya unggul di bidang hard skill namun kemampuan soft skill yang dimilikinya.

4. Pengembangan Personal

Perlu diingat bahwa karyawan Anda bukan hanya seseorang yang hidup di dunia kerja untuk perusahaan Anda, mereka juga adalah seorang pribadi yang hidup secara sosial. Karyawan berhak mendapatkan pelatihan untuk pengembangan personal maupun profesional.

Pelatihan pengembangan personal  biasanya dilakukan dengan mengadakan kegiatan outbound luar ruangan. Kegiatan outbound luar ruangan terbukti efektif untuk mensimulasi pengembangan diri. Materi serta games outbound yang diberikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas diri, sikap kepemimpinan, serta team building yang baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi perusahaan.

Manfaat Pelatihan Karyawan

Memberikan Pelatihan karyawan perusahaan yang tepat, dapat memberikan efek yang baik kepada karyawan sehingga karyawan dapat mengembangkan diri dan mampu memahami beberapa hal terkait pekerjaannya, antara lain:

  1. Karyawan memahami seluk beluk pelaksanaan pekerjaan lebih mendalam.
  2. Kayawan dapat memahami perkembangan perusahaan.
  3. Kayawan dapat memahami sasaran yang akan dicapai perusahaan.
  4. Karyawan mengerti akan perlunya kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan.
  5. Karyawan dapat mudah memahami Informasi yang disampaikan perusahaan.
  6. Karyawan dapat memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaan.
  7. Karyawan mampu melakukan hubungan-hubungan dengan lingkungan.
  8. Karyawan mampu memahami kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan.
  9. Karyawan mampu memahami sistem dan prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan tugas perusahaan.
  10. Karyawan mampu memahami dan menerapkan perilaku yang mendukung dan dituntut perusahaan.

 



Contact Person : Andik
0856 3054 878 (WA) 
081 230231 150 (WA/Telpon)
 
Email: inspieraid@gmail.com 

Tinggalkan komentar