Pernahkah Anda merasa pekerjaan Anda begitu berat? Atau pernahkah Anda merasa pekerjaan yang Anda lakukan sekarang begitu membosankan? Atau bahkan Anda merasa ingin menyudahi pekerjaan Anda saat ini?
Tahukah Anda bahwa yang Anda alami saat ini bukanlah masalah yang besar. Merasa penat dan lelah terhadap dunia kerja adalah hal wajar. Sebenarnya yang Anda butuhkan hanya motivasi.
Untuk menjawab semua pertanyaan di atas Anda hanya membutuhkan 4 kata, yaitu “Pahami Kerja Sebagai Rahmat.”
Rahmat dapat disebut juga sebagai berkah yang diberikan Tuhan. Semua kebaikan yang diberikan Tuhan adalah rahmat, begitu pula rejeki yang termasuk rahmat.
Sementara itu, kerja sebagai rahmat dapat dipahami sebagai pengakuan bahwa kerja merupakan anugerah atau berkah dari Tuhan. Memahami pekerjaan sebagai rahmat membuat Anda lebih menghargai pekerjaan. Bukankah sudah seharusnya kita selalu menerima dan menghargai pemberian Tuhan?
Untuk dapat menerapkan pandangan bahwa kerja merupakan rahmat, beberapa hal berikut wajib Anda pahami dan resapi baik-baik.
1. Pahami Bahwa Hasil Kerja Bukan Hanya Soal Uang
Paradigma yang tertanam dalam diri kebanyakan orang adalah mereka menganggap kerja untuk mendapatkan uang. Padahal persepsi ini bisa kita ubah dengan lebih luas lagi.
Yaitu dengan memandang pekerjaan akan mendapatkan rejeki. Rejeki dan uang berbeda. Uang adalah bagian dari rejeki, namun rejeki tidak selalu berupa uang.
Rejeki merupakan pemberian Tuhan, dan semua pemberian Tuhan yang baik adalah rahmat. Jadi rejeki merupakan bagian dari rahmat yang Tuhan berikan.
Kerja untuk mencari rejeki akan lebih berkah dibandingkan dengan pemahaman kerja mencari uang. Oleh karena pemahaman kerja untuk mendapatkan uang memiliki arti yang sempit, maka jika hasil kerja tidak mendapatkan uang yang sesuai maka akan membuahkan rasa kecewa karena tidak sebanding dengan yang diharapkan.
Berbeda jika memandang kerja untuk mendapatkan rejeki. Rejeki bersifat luas, semua kebaikan yag berasal dari Tuhan juga merupakan rejeki.
Bekerja untuk mendapatkan rejeki meskipun hasil uang yang didapat tidak sesuai namun kita dapat memahami aspek lain seperti rejeki memiliki teman baik di lingkungan kerja, rejeki masih diberikan kesempatan untuk bekerja, rejeki fasilitas selama bekerja dan berbagai kebaikan lainnya.
2. Talenta Merupakan Rahmat Yang Diberikan Tuhan
Semua orang terlahir dengan bakat dan talenta masing-masing yang telah diberikan Tuhan. Talenta yang diberikan Tuhan terbagi menjadi banyak jenis seperti talenta menjadi seorang penyanyi, talenta bermain musik, talenta dalam bidang bahasa, matematika dan berbagai talenta lainnya.
Semua talenta tersebut pada dasarnya diberikan Tuhan dan kemudian dikembangkan oleh manusia itu sendiri. Seseorang yang memahami bahwa talenta merupakan sebuah rahmat tentu akan menjaga dan mengembangkan lebih baik lagi.
Karyawan yang memahami bahwa pekerjaannya merupakan suatu talenta yang diberikan oleh Tuhan, maka mereka akan lebih amanah dalam melakukan berbagai tugas yang deberikan. Pemahaman ini menyebabkan karyawan bekerja sebagai bentuk syukur karena telah diberi talenta. Bukan bekerja sebagai tuntutan perusahaan yang mengharuskan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.
Pemahaman mengenai kerja sebagai rahmat tidak dapat dijelaskan lebih rinci hanya sebatas tulisan. Melainkan lebih efektif dengan disampaikan secara langsung. Untuk itu pemahaman ini akan disampaikan langsung melalui training motivasi Islam.
Melalui training motivasi Islam pemahaman kerja sebagai rahmat dibahas lebih rinci dan lebih tertarget. Pembasahan mengenai materi ini akan diulas lebih dalam untuk disampaikan kepada peserta training. Bersama trainer berpengalaman kami, Anda akan diarahkan untuk dapat menerapkan kerja sebagai rahmat pada profesi Anda. Setelah mengikuti training motivasi Islam kini Anda memandang kerja sebagai rahmat bukan beban berat.