Islam merupakan agama yang universal. Semua aspek kehidupan telah diatur dan dijelaskan melalui hukum-hukum dan akidah Islam. Begitupula mengenai kepemimpinan. Kepemimpinan dalam Islam dijelaskan melalui haitsd maupun ayat Al Quran. Dimana pada dasarnya semua manusia tercipta untuk menjadi pemimpin. Baik untuk memimpin makhluk Allah yang lebih lemah maupun pemimpin sesama umat manusia.
QS : Al Baqarah 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
Pemimpin muslim sudah semestinya mengetahui dan paham mengenai bagaimana sikap kepemimpinan dalam Islam yang baik. Pemimpin sebagai orang yang berpengaruh harus memberikan contoh yang baik. Oleh karena itu sikap kepemimpinan yang benar sangat dibutuhkan dalam proses memimpin orang lain. Sebagai khalifah atau pemimpin di bumi hendaknya manusia dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan selama dia memimpin orang lain. Oleh karenanya memimpin harus benar-benar dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan amanah.
Muhammad SAW
“Tiap-tiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban tentang apa yang dipimpinnya…”
Kepemimpinan Dalam Islam
Dalam Islam kepemimpinan merupakan amanah dan titipan. Oleh sebab itu harus didasari pondasi sebagai dasar agar kepemimpinan yang dijalankan sesuai dengan aturan dan kebenaran. Adapun kepemimpinan dalam Islam harus didasari beberapa sikap berikut:
1. Tanggung Jawab
Pemimpin yang amanah tentu saja akan bertanggung jawab atas semua yang dilakukannya selama memimpin. Pemimpin yang berorientasi pada keimanan dan aturan agama akan memikirkan tanggung jawabnya bukan hanya di dunia melainkan sampai akhirat.
An Nahl 93
“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan”. (16: 93).
2. Menyelesaikan Masalah Dengan Musyawarah
Seorang pemimpin biasanya berkaitan dengan pemangku jabatan dan memiliki kekuasaan. Seorang pemimpin yang baik tidak akan memustuskan suatu perkara dengan sewenang-wenang dan tanpa melihat sudut pandang lain. Kepemimpinan dalam Islam selalu melibatkan musyawarah untuk memperoleh suatu keputusan.
Asy Syura 38
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka”
3. Bersikap Adil
Sikap adil merupakan sikap kepemimpinan yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Adil akan membawa kebenaran dan kelurusan. Bersikap adil akan menghindarkan dari perkara kesalahpahaman yang mungkin saja bisa terjadi.
An Nahl 90-92
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebijakan, memberi kepada kamu kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (16: 90)
4. Tidak Membebani Orang Lain
Kepemimpinan dalam Islam juga diajarkan untuk tidak membebani orang lain dalam suatu perkara diluar kemampuan orang tersebut. Pemimpin yang paham mengenai poin ini tidak akan memberikan tugas tanpa instruksi yang jelas kepada bawahan. Pemimpin juga tidak seharusnya memberikan tugas tanpa memberikan bimbingan. Sebab dalam hal ini tidak diajarkan dalam Islam.
Al Baqarah 287
“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan ma’afkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.”
5. Amanah
amanah dikenal juga dengan sikap dapat dipercaya. Bagaimana jadinya jika seorang pemimpin tidak amanah? Tentu saja semua kegiatan di dalam organisasi tidak dapat bersinergi dengan baik. oleh karenanya sikap amanah ini penting dimiliki. Pemimppin yang amanah tidak akan menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan lain. Ia akan menjalankan kewajiban dan menerima hak sesuai dengan aturan yang benar.
An Nahl 58
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.”
6. Menjadi Contoh Yang Baik
Dalam Islam ini dikenal dengan sebutan suri tauladan yang baik. Sifat-sifat suri tauladan yang baik bisa dicontoh dari sifat-sifat Rasul dan Nabi. Beberapa diantara sifat tersebut seperti jujur, cerdas, serta amanah dalam menyampaikan kebaikan.
QS Al Ahzaab
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”