Sumber daya manusia atau SDM merupakan elemen perusahaan paling utama dalam organisasi. Tanpa SDM tidak ada organisasi, tanpa SDM yang baik pula tidak tercipta organisasi yang utuh. Organisasi dibuat sebagai wadah untuk mewujudkan bisi dan misi dari manusia untuk manusia. Semua bentuk upaya yang dilakukan untuk mewujudkan misi dna visi tersebut juga dilakukan oleh manusia. dengan demikian manusia merupakan aktor utama dalam menggerakkan sebuah organisasi. Oleh sebab itu kualitas manusia dalam organisasi juga sangat dibutuhkan. Kualitas manusia tersebut diolah dan diatur dalam sebuah wadah yang disebut manajemen SDM atau sumber daya manusia.
Manajemen SDM sendiri dalam mengatur sumber daya manusia dijalankan melalui dua fungsi. Fungsi tersebut yaitu manajerial dan operasioanal. Bagaimana kedua fungsi tersebut mengatur sumber dyaa manusia? Berikut ulasannya.
Fungsi Manajerial
1. Perencanaan
Dalam sebuah organisasi pasti mempunyai visi dan misi yang harus dituju. Untuk mewujudkan visi dan misi tentu dibuat program-program sebagai media untuk mengantarkan organisasi pada tujuan yang diharapkan. Program tersebut dibuat dan direncanakan sedemikian hingga untuk mencapai visi dan misi. Disinilah manajemen SDM memainkan perannya.
Dalam hal ini fungsi manajemen dalam perencanaan harus bisa membuat program yang mencakup apa yang akan dilakukan, siapa yang melakukan,, bagaimana cara melakukan serta kapan dan dimana dilakukan. Fungsi ini jelas membantu organisasi dalam mengemudikan hendak dibawa kemana organisasi tersebut.
2. Pengorganisasian
Fungsi kedua yaitu pengorganisasian. Ini adalah tahap yang harus dilakukan setelah melakukan poin perencanaan. Setelah melakukan perencanaan kemudian bentuk organisasi untuk menjalankan rencana yang telah dibuat.
Proses pengorganisasian yaitu membentuk organisasi lalu membaginya ke dalam unit-unit sesuai dengan fungsinya, namun tetap memiliki tujuan yang sama. dalam pengorganisasian, akan terbentuk struktur organisasi yang dapat menjadi rambu sebagai penunjuk hubungan antar unitnya.
3. Pengarahan
Organisasi takkan berjalan tanpa adanya arahan. Untuk itu disini manajemen SDM berfungsi memberikan pengarahan. Segala arahan dan dorongan diolah dan diatur dalam manajemen sumber daya manusia. dorongan serta arahan ini dilakukan sebagai upaya untuk menggerakkan organisasi mencapai cita-cita yang diimpikan.
Bahkan sekedar pengarahan saja tidak cukup, pengarahan harus dilakukan dengan tepat dan disampaikan dengan jelas. Sebab pengarahan harus dapat membuat anggotanya melaksanakan dan melakukan tindakan sesuai dengan apa yang diinginkan. Dalam hal ini aktor yang melakukan pengarahan atau pemimpin harus mempunyai kemampuan, gaya kepemimpinan, serta charisma yang baik untuk mengarahkan anggotanya.
4. Pengendalian
Pengendalian atau pengawasan dilakukan dengan membandingkan tindakan anggota dengan tujuan yang telah dibuat. Semua tindakan yang dilakukan anggota harus berorientasi pada tujuan awal. Sehingga jika ada hal yang tidak sesuai dapat diminimalisir dan diatasi langsung melalui fungsi pengendalian ini.
Pengendalian dilakukan dengan melihat, mengamati serta menilai tindakan atau pekerjaan yang dilakukan anggotanya.
Fungsi pengendalian bertugas mengoreksi keseluruhan penyimpangan yan terjadi. Meskipun merupakan fungsi manajemen SDM yang terakhir namun pada prosesnya pengendalian selalu dilakukan terus menerus.
Fungsi Operasioanal
1. Pengadaaan

Fungsi manajemen SDM secara operasional yag pertama yaitu sebagai pengadaan. Pengadaan seperti apa yang dimaksud? Pengadaan yag dimaksud yaitu pengadaan terhadap tenaga kerja baru atau recruitment.
Fungsi manjemen SDM sebagai pengadaan menjalankan tugasnya seperti penyeleksian serta penempatan karyawan dalam perusahaan.
2. Pengembangan
Setelah melakukan pengadaan tenaga kerja, kemudian dilakukan pengembangan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan kualitas SDM demi meningkatkan keahlian. Peningkatan keahlian ini dilakukan melalui pelatihan. Proses pelatihan biasanya dilakukan saat karyawan sudah diterima dari seleksi penerimaan.
3. Kompensasi
Fungsi operasi selanjutnya yaitu kompensasi ataupemberian upah. Kompensasi merupakan salah satu elemen penting dalam organisasi. Semua upah dari tenaga kerja yang telah berkontribusi diatur oleh manajemen SDM pada fungsi operasional ini.
4. Pengintegrasian
Semua orang berbeda, baik sikap tindakan, perilaku, pandangan dan pendapat. Perbedaan ini kerap menimbulkan disintegrasi sehingga menimbulkan konflik. Oleh karena itu diperlukan proses integrasi atau penyatuan. Dalam proses pengintegrasian individu akan diminta untuk merubah pandangan, kebiasaan serta sikap yang kurang menguntungkan bagi perusahaan.
5. Pemeliharaan
Fungsi selanjutnya yaitu pemeliharaan atau perawatan. Untuk mempertahankan kondisi sumber daya manusia yang telah ada, diperlukan pemeliharaan. Pemeliharaan sumber daya manusia dilakukan dengan menjaga dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan dan training motivasi. Motivasi sangat penting bagi karyawan agar mereka tetap semangat dalam bekerja.
6. Pemutusan Hubungan Tenaga Kerja
Fungsi manajemen SDM secara operasional yang terakhir yaitu pemutusan hubungan kerja. Dalam hal ini semua pemutusan hubungan kerja baik pemisahan, pensiun ataupun PHK itu sendiri diatur oleh fungsi manajemen SDM. Semua urusan pensiun pegawai yang telah lama berkontribusi pada perusahaan diurus pada divisi ini.
Itulah fungsi manajemen SDM di dalam organisasi. Semua hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia perusahaan diatur dan dikontrol dalam manajeen SDM. Mulai dari prekrutan hingga pemutusan hubungan, semua menjadi wewenang pihakmanajemen SDM.
Terlepas dari teori di atas, untuk mewujudkan sumber daya manusia di dalam organisasi yang berkualitas juga harus dibutuhkan pemimpin yang lebih berkualitas. Untuk menjalankan semua fungsi di atas dengan baik dibutuhkan pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas. Sebab mengatur manusia bukanlah hal yang mudah, apalagi menyatukannya.
Maka untuk menyingkirkan kesulitan tersebut seorang pemimpin pun harus mendapatkan pelatihan khusus. Biasanya pelatihan tersebut dikemas dalam bentuk training ataupun seminar. Melalui traini ini para pemimpin diarahkan dan dibimbing bagaimana meningkatkan kapasitas diri untuk memimpin anggotanya. Oleh karenanya manajemen SDM sebenarnya juga berkaitan dengan pelatihan atau training SDM.