Apa yang menyebabkan para milenial kehilangan motivasi kerja mereka? Bisa jadi karena sebuah proyek besar yang sangat menakutkan tanpa tujuan yang jelas atau bahkan tidak ada alasan sama sekali. Ini yang dapat membawa para milenial berada dalam tingkat frustasi yang sangat tinggi.
Sebagai pemberi kerja atau atasan para milenial mungkin sering berpikir dan mencari cara yang tepat untuk menumbuhkan kembali motivasi para milenial di tempat kerja. Perusahaan bisa menawarkan insentif, waktu kerja yang fleksibel hingga kesempatan untuk bergabung dengan komunitas pelayanan. Perusahaan berharap itu akan dapat menumbuhkan motivasi para milenial kembali.
Pada dasarnya ada banyak faktor eksternal dan juga faktor internal yang dapat mendorong motivasi. Namun, faktor internal lebih memberikan hasil yang efektif dalam meningkatkan produktivitas, keterlibatan dan kebahagiaan di tempat kerja.
Berikut beberapa cara menumbuhkan motivasi kerja milenial :
1. Mencari tahu jawaban dari ‘Mengapa’
Kapan terakhir kali Anda membaca surat lamaran yang Anda buat untuk pekerjaan saat ini? Para milenial biasanya melakukannya saat mereka hendak mengirim surat lamaran tersebut. Seringkali kita melupakan hal pertama yang membuat kita bersemangat akan perusahaan dan peran yang kita tuju. Periksa ulang dan bacalah kembali surat lamaran Anda. Ini akan menginspirasi diri Anda sendiri ketika Anda dapat menemukan hal yang membuat Anda begitu tertariknya dalam melamar posisi di perusahaan tersebut. Ini juga akan memberikan Anda gambaran jelas tentang perkembangan dan pertumbuhan karier Anda sejak pertama kali Anda bergabung dengan perusahaan.
Selanjutnya, ingatkan diri Anda tentang ‘Mengapa Anda melakukan hal yang Anda kerjakan sekarang?’ Anda mungkin memilih pekerjaan itu karena Anda menyukai pekerjaan itu, atau Anda harus membantu keluarga, atau bahkan untuk membayar uang pendidikan. Apapun alasannya, cobalah untuk mengingat hal itu kembali, maka Anda akan menemukan jawaban yang luar biasa. Ketika Anda menemukan jawabannya, tuliskanlah dalam sebuah kertas bersama hal-hal lain yang patut disyukuri atas pekerjaan yang Anda miliki. Mensyukuri setiap hal yang dimiliki akan kembali menyalakan api motivasi Anda yang hampir padam.
2. Kesampingkan to-do-list
Sebagian besar pekerjaan dalam daftar yang harus dikerjakan sebenarnya tidaklah terlalu penting. Kebanyakan orang hanya sibuk mencoret pekerjaan dalam daftar, melihat jam dan berharap segala sesuatu akan selesai sebelum pukul 5 sore. Lakukan hal baru, kesampingkanlah daftar tersebut. Untuk minggu berikutnya, tuliskan tiga hal yang menjadi prioritas utama Anda di pagi hari setiap harinya. Ini mungkin akan terasa sulit, namun ini dapat dicapai. Ini juga selaras dengan tujuan utama Anda dan merupakan faktor penting untuk menunjang kesuksesan peran Anda dalam jangka panjang.
Lalu, blokir waktu Anda satu atau dua jam untuk melakukan hal prioritas ini, jangan berpaling ke hal lain sebelum Anda benar-benar menyelesaikannya. Apakah ini terlihat tidak realistis? Cobalah, dan Anda akan terkejut dengan hasil yang akan Anda capai di akhir minggu.
3. Kelilingi diri Anda dengan rekan kerja yang suka bekerja keras.
Orang-orang yang berada disekitar kita juga merupakan faktor penting untuk membentuk kita. Jika Anda dikelilingi oleh orang-orang yang tidak produktif dan tidak bekerja keras, akan sangat sulit untuk menumbuhkan motivasi. Jika Anda memiliki tempat kerja yang fleksibel, cobalah untuk duduk bersama rekan kerja yang merupakan pekerja keras. Carilah rekan kerja yang memiliki motivasi paling tinggi dan habiskanlah waktu bersama di kedai kopi. Tanyakan pada mereka hal yang sangat membuat mereka bersemangat dalam pekerjaan. Semangat mereka akan menginspirasi Anda dan membuat Anda menjadi lebih termotivasi.
Jika Anda merasa sering tidak termotivasi, temukan waktu saat Anda dapat mengerjakan pekerjaan terbaik Anda. jika Anda menyadari bahwa saat pukul 3 sore Anda tidak ingin melakukan apapun, selesaikan pekerjaan terberat Anda di pagi hari dan sisihkan pekerjaan yang tidak terlalu penting di akhir. Jika Anda bekerja dalam perusahaan dengan waktu kerja yang fleksibel, Anda dapat meninggalkan kantor saat pukul 3 sore.
Jika hari Senin terasa sangat berat, cobalah untuk membuatnya menjadi hari yang menyenangkan. Anda dapat menonton film setelah bekerja atau makan siang di luar bersama teman-teman atau mungkin memulai hari dengan melakukan yoga. Atau, jika Anda suka dengan sistem bonus, Anda dapat pergi ke restoran favorit Anda saat Anda berhasil menyelesaikan tiga pekerjaan di hari Senin. Carilah cara yang membuat hari Senin menjadi hari yang spesial. Ini akan membuat Anda lebih menyukai hari Senin dan membuat Anda lebih termotivasi.
4. Ambil waktu untuk beristirahat dari pekerjaan.
Jika Anda merasa tidak termotivasi, Anda mungkin memerlukan waktu untuk tidak bekerja. Anda mungkin memerlukan satu hari untuk menyehatkan mental Anda, atau liburan selama dua minggu, ambilah waktu untuk beristirahat dari rutinitas kantor. Ketika Anda telah mengambil waktu untuk beristirahat, pastikan Anda benar-benar menyingkirkan diri Anda dari kesibukan pekerjaan.
Anda mungkin akan menjadi lebih senang saat kembali ke kantor dan motivasi Anda akan tumbuh. Beristirahat dari pekerjaan mungkin terlihat mustahil karena Anda memiliki banyak hal untuk dilakukan. Tetapi jika Anda melakukannya, Anda akan kembali dengan menjadi seorang yang lebih produktif.

Salah satu upaya untuk meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan pada Perusahaan adalah dengan mengadakan Pelatihan Motivasi Kerja Karyawan. Pelatihan tersebut harus diberikan oleh lembaga training / konsultan yang terpercaya agar hasil pelatihan tersebut memiliki dampak bagi perusahaan tersebut. PT INSPIERA SINERGI INDONESIA sebagi selaku salah satu provider training terkemuka di Indonesia telah banyak dan berpengalaman dalam membantu perusahaan / instansi dalam membantu mengadakan event Pelatihan motivasi kerja karyawan bagi perusahaan / instansi / organisasi. Hubungi 0823-3236-0252 Untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai layananan dari PT. Inspiera Sinergi Indonesia.