Menurut teori kaitan imbalan dengan prestasi, motivasi kerja seorang karyawan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor yang internal maupun eksternal, sebagai berikut:
a. Faktor internal yaitu faktor yang timbul dari dalam diri karyawan antara lain: persepsi, harga diri, harapan pribadi, kebutuhan, keinginan, kepuasan kerja, prestasi kerja yang dihasilkan.
b. Faktor eksternal yaitu faktor yang timbul dari luar diri karyawan antara lain: jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja dimana seseorang bergabung, organisasi tempat bekerja, situasi lingkungan pada umumnya, sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.
Interaksi positif antara kedua kelompok tersebut pada umumnya menghasilkan tingkat motivasi yang tinggi. Biasanya karyawan termotivasi untuk bekerja disebabkan oleh dua faktor, yaitu:
a. Faktor intrinsik yaitu faktor daya dorong yang timbul dari dalam diri masing–karyawan, berupa:
1) Pekerjaan itu sendiri (the work it self) Berat ringannya tantangan yang dirasakan tenaga kerja dari pekerjaannya.
2) Kemajuan (advancement) Besar kecilnya kemungkinan tenaga kerja berpeluang maju dalam pekerjaannya seperti naik pangkat.
3) Tanggung jawab (responsibility) Besar kecilnya yang dirasakan terhadap tanggung jawab diberikan kepada seorang tenaga kerja.
4) Pengakuan (recognition) Besar kecilnya pengakuan yang diberikan kepada tenaga kerja atas hasil kerja.
5) Pencapaian (achievement) Besar kecilnya kemungkinan tenaga kerja mencapai prestasi kerja tinggi.
b. Faktor ekstrinsik yaitu faktor pendorong yang datang dari luar diri seseorang terutama dari organisasi tempatnya bekerja. Faktor ekstrinsik ini mencakup :
1) Administrasi dan kebijakan perusahaan Tingkat kesesuaian yang dirasakan tenaga kerja terhadap semua kebijakan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan.
2) Penyeliaan Tingkat kewajaran penyelia dirasakan yang oleh tenaga kerja
3) Gaji kewajaran gaji yang diterima sebagai imbalan terhadap tugas pekerjaan.
4) Hubungan antar pribadi Tingkat kesesuaian yang dirasakan dalam berinteraksi antar tenaga kerja lain.
5) Kondisi kerja Tingkat kesesuaian kondisi kerja dengan proses pelaksanaan tugas pekerjaan–pekerjaannya.
Apabila faktor intrinsik tersebut ada, dapat memberi tingkat motivasi yang kuat dan kepuasan dalam diri seseorang, namun jika faktor ini tidak ada, maka menimbulkan rasa ketidakpuasan.
Sementara faktor ekstrinsik tersebut ada, tidak perlu memberi motivasi, tetapi jika tidak ada dapat menimbulkan tidak puas. Dalam meningkatkan kepuasan karyawan didasarkan pada faktor-faktor motivasi, yang meliputi:
a. Keinginan untuk peningkatan.
b. Percaya bahwa gaji yang didapat sudah mencukupi
c. Memiliki kemampuan pengetahuan, keterampilan dan nilai–nilai yang diperlukan.
d. Umpan balik.

Salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan dalam perusahaan adalah membuat secara khusus event Training Motivasi Kerja itu sendiri. Dan disini PT INSPIERA SINERGI INDONESIA selaku salah satu provider training terkemuka di Indonesia telah banyak dan berpengalaman dalam membantu perusahaan / instansi dalam membantu mengadakan event Training Motivasi Kerja bagi perusahaan / instansi / organisasi. Hubungi 0823-3236-0252 Untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai layananan dari PT. Inspiera Sinergi Indonesia.